Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Madiun Gandeng Kemenag dan Cabdindik Perkuat Literasi Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif Pelajar

01202026 - Koordinasi Kemenag dan Cabdindik

Bawaslu Kabupaten Madiun menggelar koordinasi literasi demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif pemilih pemula bersama Kemenag dan Cabang Dinas Pendidikan di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Madiun, Selasa (20/1/2026).

Kabupaten Madiun, Bawaslu Kabupaten Madiun — Upaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Madiun. Melalui kegiatan Koordinasi Sosialisasi Demokrasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula yang digelar di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Madiun, Selasa (20/1/2026), Bawaslu memantapkan langkah membangun literasi demokrasi sekaligus menumbuhkan peran aktif pelajar sebagai calon pemilih pemula.

Koordinasi dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun drh. S. Widodo, didampingi Qoirul Anam, S.A.P, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, serta Ambang Prastyo Utomo, S.STP., M.Si, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Madiun. Hadir pula perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Muhtar Hanif, dan perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Madiun, M. Syafiquddin Naufal.

Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, drh. S. Widodo, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak harus menunggu tahapan pemilu. “Pada masa non-tahapan pun Bawaslu tetap memiliki tanggung jawab melakukan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Kolaborasi dengan Kemenag dan Cabdindik menjadi kunci agar pesan demokrasi substantif dapat menjangkau pemilih pemula,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif akan dilaksanakan secara bertahap satu hingga dua kali dalam sebulan. Menurutnya, pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki peran strategis sebagai pemilih baru sekaligus agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Senada dengan itu, Qoirul Anam menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi merupakan indikator utama program Divisi Pencegahan. “Kami tidak hanya menyasar kegiatan di ruang kelas, tetapi juga siap melakukan pendampingan kepada OSIS maupun Pramuka agar nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif dapat dipraktikkan secara nyata,” jelasnya. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan program Duta Pelajar Anti Korupsi yang telah berjalan di tingkat SMA/SMK.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Madiun, Ambang Prastyo Utomo, menekankan pentingnya kesiapan teknis agar program berjalan efektif.

01202026 - Koordinasi Kemenag dan Cabdindik

Dari unsur mitra, perwakilan Kemenag Kabupaten Madiun, Muhtar Hanif, menyambut positif inisiatif tersebut. “Kami mengapresiasi langkah Bawaslu Kabupaten Madiun dan siap mengoordinasikan pelibatan madrasah aliyah di bawah binaan Kemenag agar pendidikan demokrasi ini dapat dirasakan lebih luas,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Madiun, M. Syafiquddin Naufal. Ia menilai program ini sejalan dengan penguatan karakter pelajar. “Kami melihat peluang kolaborasi, termasuk dengan program Duta Pelajar Anti Korupsi. Harapannya, pelajar tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Madiun meneguhkan komitmennya untuk terus membangun demokrasi yang berintegritas sejak dini. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu melahirkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berani berperan aktif dalam pengawasan demokrasi di masa mendatang.

Penulis: Humas Bawaslu Kabupaten Madiun