Bawaslu Kabupaten Madiun Perkuat Partisipasi Generasi Muda Lewat "Ngabuburit Pengawasan"
|
Kabupaten Madiun, Bawaslu Kabupaten Madiun — Alih-alih sekadar mengisi waktu menunggu berbuka, Aula Bawaslu Kabupaten Madiun pada Senin, 9 Maret 2026, mendadak berubah menjadi ruang diskusi yang dinamis bagi para pemilih muda melalui kegiatan "Ngabuburit Pengawasan 2026". Mengusung tema "Penguatan dan Konsolidasi Demokrasi melalui Partisipasi Generasi Muda", acara ini menjadi wadah strategis bagi Bawaslu Kabupaten Madiun untuk memperkuat literasi politik dan spirit kelembagaan di kalangan siswa MAN 1 Madiun serta alumni MPK SMAN Geger. Dengan memadukan nilai spiritualitas puasa sebagai latihan kejujuran dan integritas, Bawaslu mengajak generasi muda untuk bertransformasi menjadi agen pengawasan yang aktif, cerdas, dan berintegritas demi menjaga marwah demokrasi pada penyelenggaraan pemilu mendatang.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Madiun, Akhorin Siswanto, mengawali kegiatan dengan memaparkan profil serta tugas dan fungsi lembaga yang diatur dalam undang-undang. Ia menjelaskan secara gamblang perbedaan peran Bawaslu sebagai pengawas, KPU sebagai penyelenggara teknis, hingga DKPP yang menjaga kode etik. Akhorin juga menegaskan bahwa meski saat ini tengah berada dalam masa non-tahapan, Bawaslu tetap aktif menjalankan program literasi politik melalui "Ngabuburit Pengawasan" guna memperkuat spirit kelembagaan.
“Kami mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi agen kejujuran yang aktif menolak hoaks dan politik uang. Integritas harus dimulai dari diri sendiri, selaras dengan nilai-nilai disiplin yang diajarkan dalam ibadah puasa,” tegas Akhorin di hadapan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, Koordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Teja Rasa Adhi W., membedah filosofi pengawasan dari sudut pandang integritas. Baginya, spirit kelembagaan bukan sekadar urusan sistem, melainkan nilai yang mendarah daging. Ia menekankan bahwa pengawasan hakiki adalah kemampuan menjaga kejujuran meski tanpa pengawasan fisik dari orang lain, layaknya hakikat ibadah puasa.
“Jika nilai Ramadan hidup dalam diri, maka spirit kelembagaan akan kuat. Integritas adalah amanah, dan sinergi adalah kekuatan kita untuk menjaga demokrasi,” ujar Teja mengutip poin utama dalam materi materinya.
Acara yang berlangsung interaktif ini juga dihadiri oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Madiun lainnya, yakni Qoirul Anam (Koordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas) serta Hendy Wicaksono (Koordiv Penanganan Pelanggaran dan Datin). Melalui diskusi ini, para siswa didorong untuk bertransformasi menjadi pemilih cerdas yang siap menjaga marwah demokrasi pada penyelenggaraan pemilu mendatang.
Penulis: Humas Bawaslu Kabupaten Madiun